Thursday, January 12, 2006

Hamil dan Melahirkan di Jepang

Buat ibu-ibu WNI yg berdomisili di Jepang, kebetulan lagi hamil dan berencana mau melahirkan di Jepang, informasi ini mungkin bisa berguna. Ini berdasarkan pengalaman saya aja... tapi sepertinya aturan yg berlaku di setiap prefektur di Jepang hampir semua seperti ini.

Apa aja yang mesti dipersiapkan untuk keperluan selama hamil dan melahirkan di Jepang??


1. Punya hokken (asuransi)
Ini penting lho... soalnya kalo tidak punya hokken, biaya-nya bisa maaaaaahal banget.
Hokken bisa didapat bila kita sudah punya Alien Registration Card, alias KTP Jepang yg menandakan kita penduduk resmi, tercatat dan punya alamat serta identitas yang jelas. Mengurus hokken bisa dilakukan di kantor shiyakusho/kuyakusho setempat.

2. Boshi-techo
Setelah pemeriksaan kehamilan yg pertama, kita harus segera ke kantor shiyakusho untuk ambil Boshi-techo (Buku Petunjuk Kesehatan Ibu dan Anak). Buku ini PENTING banget. Diulang sekali lagi, PENTING banget..... Di buku ini akan dicatat segala hasil pemeriksaan selama hamil. Jadi setiap kali kontrol kehamilan, buku ini HARUS dibawa. Trus ada catatan resmi dari rumah sakit dan walikota kalau bayi-nya sudah lahir. Lantas sampai si anak umur 6 tahun, semua pemeriksaan kesehatan dicatat disini, termasuk segala macam vaksin.

Buku ini juga dibutuhkan untuk mengurus segala macam dokumen kependudukan si anak, mulai dari ngurus akte, perpanjangan alien registration card, visa, hokken dsb. Kalo mau ngurus apa-apa tapi gak punya boshi-techo, udah pasti bakalan susah aja. Tuh penting banget kan...

Buat yang gak bisa bahasa Jepang gak usah kuatir. Pemerintah Jepang menyediakan boshi-techo dlm berbagai bahasa. Ada yang Inggris-Jepang, Prancis-Jepang, Spanyol-Jepang, dll. Kalo saya sengaja ambil yang Indonesia-Jepang. Jadi kalau pulang ke Indonesia, catatan di buku ini bisa dimengerti sama dokter-dokter di Indonesia dan bisa dilanjutkan pemakaiannya disana.

Pada saat pengambilan boshi-techo ini, gak cuma dapet boshi-techo thok looh... Kita masih 'dibanjiri' lagi sama berbagai informasi dan hadiah seperti:
- Informasi seputar kehamilan dan melahirkan
- Daftar alamat dan nomor telepon bidan/klinik terdekat di daerah rumah kita, untuk keperluan darurat
- 2 kupon gratis untuk pemeriksaan kehamilan yang bisa dipake kapan aja semasa hamil
- Kupon potongan biaya untuk 1kali perawatan gigi semasa hamil
- 1 kupon gratis untuk pemeriksaan bayi usia 1 bulan





3. Mengurus kelengkapan administrasi untuk melahirkan
Beberapa minggu menjelang youtebi (expected due date), kita sudah harus menyelesaikan dokumen kelengkapan administrasi rumah sakit. Maksudnya diurus jauh-jauh hari, supaya nanti pada saatnya melahirkan, kita udah langsung masuk ke kamar rawat aja... gak usah pake ngisi-ngisi form sambil mules-mules.


4. Pengurusan Akta Kelahiran
Setelah bayi lahir, pihak rumah sakit akan mengeluarkan surat keterangan lahir, dan surat ini harus dibawa ke kantor shiyakusho untuk mendaftarkan status kependudukan anak. Lantas nanti statusnya disahkan di halaman paling depan boshi-techo, sekaligus akan diberikan akte kelahiran si anak.  Tapi akte ini TIDAK BERLAKU di Indonesia, karena berbahasa Jepang. Jadi kita harus sekali lagi mengurus akte kelahiran, kali ini yg resmi dikeluarkan pemerintah Indonesia.

Caranya kita harus minta surat keterangan dari shiyakusho. Lantas surat keterangan dari shiyakusho dan dari rumah sakit plus paspor si ibu harus dibawa ke KBRI. Nantinya pihak KBRI akan menambahkan status anak di paspor ibu, dan mengeluarkan surat keterangan kelahiran sementara untuk mengurus akte kelahiran di Indonesia (buset ribet amat yak?!!!!). Kalau sudah sampai di Indonesia, urus akte kelahiran lagi deh di kecamatan.

Kalau status kewarga-negaraan si bayi adalah non-Jepang, harus segera diurus juga visa-nya di kantor imigrasi untuk mendapatkan izin tinggal. Kasian kan kalo masih bayi merah trus dideportasi :D Bagi yang tinggal di Chiba prefecture, bisa ngurus di kantor imigrasi di Chiba atau bisa juga kantor imigrasi besar yang di Shinagawa, Tokyo.

5. Dokumen-dokumen lainnya
Pada saat mengurus akte kelahiran, biasanya sekalian diurus juga dokumen-dokumen lain yang dibutuhkan untuk si bayi. Antara lain:

- KTP
Setelah bayi-nya lahir, dari pihak shiyakusho akan langsung mengeluarkan KTP buat si bayi. Keren kan, kecil-kecil udah punya KTP... Bentuknya ya beda sama KTP orang dewasa, karena ini kartu identitas yang berlaku sejak lahir sampai umur 16 tahun.

- Hokken
Walaupun masih bayi merah, si bayi tetap harus punya kartu hokken atas namanya sendiri.

Tapiiiii enggak cuma disuruh ngurus ini-itu, tapi juga dapet rejeki kok :)... Antara lain:

- Kupon potongan biaya pemeriksaan
Nah.. ini yang asik. Sejak lahir sampai tepat umur satu tahun, setiap anak berhak mendapatkan potongan biaya untuk pemeriksaan kesehatan, termasuk vaksin. Jadi mau dia sakit apapun, walaupun sampai harus dioperasi segala, hanya diharuskan membayar sebesar 2% dari total biaya.

- Tunjangan anak-anak
Nah... ini juga asik. Sejak lahir sampai umur dua tahun, setiap anak berhak mendapatkan tunjangan bulanan dari pemerintah sebesar ¥5000. Kalau dalam bahasa Jepang, ini uang buat 'beli susu'. Lumayan banget kan...

- Fasilitas anak-anak
Anak-anak mendapatkan perhatian yang sangat besar dari pemerintah Jepang, jadi sejak lahir pun mereka udah dibanjiri berbagai fasilitas dari pemerintah. Memang semuanya tergantung dari peraturan pemerintah setempat, tapi kayaknya rata-rata semua hampir semua. Kalo yang didapat sama Ken-chan selain tunjangan diatas adalah:
- Pohon Kelahiran :D
- Kartu anggota perpustakaan kota



Biaya Pemeriksaan Kehamilan dan Melahirkan


1. Biaya Pemeriksaan Kehamilan

Kalau kehamilan dari awal sampe akhir berjalan dengan normal, pemeriksaan yang dilakukan adalah sekitar 15 kali. Berdasarkan pengalaman, pemeriksaan yang paling mahal adalah pemeriksaan yang pertama kali. Waktu itu biaya yang harus kami keluarkan adalah sebesar ¥10,000. Tapi untuk selanjutnya rata-rata biaya yang harus dikeluarkan antara ¥2000 - ¥3000, tergantung itinerary pemeriksaan. Mungkin besarnya biaya bisa berbeda, tergantung dari rumah sakitnya. Tapi kalaupun beda, paling cuma tipis-tipis aja kok...

Supaya tidak terlalu memberatkan, ya disinilah gunanya punya kartu hokken. Saya cukup beruntung, karena pas saya hamil, rumah sakitnya mulai memberlakukan policy pemeriksaan kehamilan bisa ditanggung hokken. Sebelumnya kehamilan tidak ditanggung, karena kan bukan penyakit. Oleh karena itu, jangan lupa selalu bawa kartu hokken setiap kali periksa kehamilan. Tapi ada baiknya juga di-cek dulu ya ke rumah sakitnya, bisa pakai hokken atau tidak.. karena mungkin aja masih ada rumah sakit yang tidak memberlakukan policy seperti ini.

Selain itu, ya dipergunakan juga dong kupon gratis dari kantor syakusho yang udah saya sebut di atas. Kalau saya, karena dapet kuponnya cuma dua, jadi saya simpen untuk pas saat-saat pemeriksaan yang membutuhkan biaya mahal. Biasanya yang pake acara cek darah itu jadi mahal. Tapi jangan takut, rumah sakit di Jepang enggak matre-an kok. Berdasarkan pengalaman, saya malah diingetin sama susternya untuk pake kupon-nya. "Pemeriksaan kali ini biaya-nya mahal, jadi sebaiknya dipake aja kuponnya." gitu katanya.


2. Biaya Melahirkan

Biaya melahirkan di Jepang memang besar, dan akan lebih besar lagi kalau ternyata proses kelahirannya harus secara teio-sekkai (operasi Caesar). Mungkin bagi warga Indonesia di Jepang yang berstatus mahasiswa kayak keluarga saya, biaya melahirkan disini cukup memberatkan.
Biaya melahirkan normal + perawatan pasca melahirkan selama 7 hari = ¥400,000
Biaya melahirkan Caesar + perawatan pasca melahirkan selama 10 hari = ¥600,000

Khusus biaya melahirkan ini sepenuhnya ditanggung pasien dan nggak bisa pakai hokken, kecuali untuk kasus-kasus tertentu. Tapiiii... gak usah kuatir. Bagi yang merasa biayanya diluar kemampuan, pemerintah Jepang akan ngasih bantuan kok, berupa tunjangan biaya melahirkan. Gak tanggung-tanggung, tunjangan adalah sebesar.... 300 ribu yen! Weiiiiiiittttssss...........

Untuk mendapatkan tunjangan ini, kita harus ngurus ke shiyakusho juga. Nanti akan dilakukan wawancara dari pihak shiyakusho untuk menilai kita berhak dapat tunjangan atau enggak. Biasanya yang masih berstatus pelajar sih dibantu kok. Tapi, tetap aja sebelumnya kita harus sedia uang untuk membayar full biaya melahirkan terlebih dahulu, karena tunjangannya diberikan dengan sistem reimburse. Kalau kondisi keuangan benar-benar enggak memungkinkan, bisa juga kok diurus lebih lanjut ke kantor shiyakusho untuk mendapatkan tunjangan in-advanced, atau bahkan tunjangan full alias supaya bisa melahirkan gratis. Tapi tentunya prosesnya akan lebih panjang dan ribet lagi.


Persiapan Untuk Melahirkan


Biasanya menjelang datangnya youteibi, pihak rumah sakit sudah memberikan informasi tentang apa aja yang harus dibawa untuk keperluan melahirkan dan perawatan pasca melahirkan. Antara lain:
- Birthing gown
- Piyama/baju tidur kancing depan
- Celana dalam untuk melahirkan (yang ada kreketan-nya dibawah itu looh..)
- O-sampado (maternity pad)
- Toilettries
- Beberapa baju ganti untuk keperluan menginap
- Handuk besar
- Beberapa handuk kecil
- Slippers

Beberapa yang saya sebut diatas itu mungkin sudah disediakan sama pihak rumah sakit, tapi ada baiknya punya sendiri juga, untuk siap-siap kalo perlu. Untuk maternity pad, sebaiknya punya juga yang ukuran besar. Buat siap-siap hari-hari pertama masa nifas yang biasanya deras keluarnya.

Sementara itu untuk bayi-nya, kita nggak perlu bawa apa-apa, karena selama perawatan, semua keperluan bayi disediakan dari rumah sakit. Kita hanya perlu bawa pakaian, diapers dan selimut untuk dipakai si bayi waktu mau pulang dari rumah sakit aja.


Persiapan Perlengkapan Bayi

Kalau mau belanja perlengkapan bayi, biasanya di setiap depato ada bagian maternity & baby. Tapi kalau mau yang lengkap banget bisa cari disini:
- Akachan-Honpo
- Babies 'r Us
Disini sih lengkap banget, semuanya ada. Mulai dari korek kuping sampai tempat tidur bayi. Buat yang tinggal di daerah Tokyo & Chiba, Akachan-Honpo antara lain ada di LalaPort (Chiba) dan Kinshicho (Tokyo). Kalo Babies 'r Us, saya taunya cuma yang di Kinshicho (Tokyo).

Kalau mau beli perlengkapan lewat internet shopping bisa disini:
- Rakuten
- YahooJapan Shopping
Biasanya sih kalau belanja lewat internet shopping begini bisa dapet lebih murah. Mungkin karena ini diambil dari vendor langsung. Trik 'curang' yang kita jalanin selama ini adalah cari-cari dulu di Akachan Honpo, melihat barang dalam wujud aslinya biar tau ukuran persisnya, warnanya, dll. Kalo ada yang oke, kita catet harga dan tipe-nya. Lantas dirumah kita browsing deh di Rakuten... dan kalo nemu yang lebih murah, langsung purchase lewat internet shopping :D

Berdasarkan pengalaman, untuk barang yang kecil-kecil dan menempel langsung di kulit bayi, kita beli sendiri. Tapi untuk yang besar-besar kayak baby box, kita nyewa aja. Banyak kok perusahaan penyewaan perlengkapan bayi disini, antara lain:
- Aioi Baby
- Nice Baby

Biasanya di ruang tunggu sanfujinka (bagian obgyn) di rumah sakit banyak tersedia katalog dari perusahaan penyewaan seperti ini. Kita tinggal liat di katalognya, trus pesan via email atau telepon. Nanti barangnya diantar kerumah. Kalau udah selesai masa penyewaan, mereka juga yang ambil barangnya. Gak usah takut gak bersih, soalnya semua barang udah di-sterilized.


source: pengalaman pribadi

11 comments:

Anonymous said...

Hai..saya Ulie-hokkaido,saya membaca tulisan ibu dan ada yg ingin saya tanyakan ya...mengenai bantuan uang susu itu setiap berapa bulan sekali yah diberikan? kebetulan saya mempunyai anak perempuan usia 5 bulan,tp saya masih simpang siur soal info itu.Wah.. ibu beruntung sekali dapat kartu diskon cek kehamilan,karena saya dulu tidak dapat dan biayanya sekali USG kena 5000 yen (lebih mahal jika dibanding dgn saat ibu dulu ya).

okaa-san said...

Mbak Ulie, walaaah... kok bisa nggak dapet?
Mbak Ulie udah daftar ke shiyakusho belum? Harusnya kalau sudah daftar, pasti dapet semua, mbak. Ya kupon diskon cek kehamilan, ya uang susu, ya diskon pemeriksaan kesehatan anak (sampai anaknya umur setahun). Karena itu udah hak warga.
Mengenai uang susu, kita dapetnya perbulan, langsung ditransfer ke rekening bank suami. Coba ditanya dulu deh mbak, ke bagian jidou fukushi-ka (children welfare) di kantor shiyakusho... semoga membantu ya :)

renny said...

hai,saya renny di nishi funabashi,dan baru hamil 10 minggu tapi,saya susah bgt makan yang ingin saya tanyakan,ada ga susu ibu hamil di jepang? kan supaya nambah gizi bayi gitu kali ya..(maklum anak pertama)jadi khawatirnya masih berlebih..
tank u..

-tanya- said...

Hai Renny.. di nishi funabashi? Uwah, gak jauh dong ya dari rumah kita dulu, cuman beda 3 eki :)
Soal susu ibu hamil, mungkin ada ya.. tapi saya gak pernah tau/liat. Waktu hamil sih pernah tanya sama sensei, perlu minum susu khusus untuk ibu hamil atau enggak. Tapi sensei-nya bilang cukup minum susu biasa aja (dan memang selama hamil saya minum susu sapi biasa atau susu kedelai yg kemasan tetrapak). Saya dulu waktu hamil muda juga susah banget makan kok, tapi dapet tips2 yg oke dari sensei saya, udah saya ceritain kok di postingan Pregnancy first semester & second semester. Silahkan kalo mau nyoba, atau konsultasi aja sama sensei-nya.. Yang jelas, proses kehamilan saya dulu bebas obat-obatan deh :)

ipietbaru said...

Halo mbak, saya skrg tinggal di saitama dan sedang hamil 14 minggu.
Untuk urusan boshitecho dll sudah diurus suami, bahkan udah deposit juga ke RS.
Tapi kalau reimburse melahirkan itu kapan mulai diurus?
Trus, yg namanya birthing gown itu kaya apa ya?
Tengkyu banget, ditunggu loh jawabannya.

ipietbaru said...

Halo mbak, saya sedang hamil 15 minggu & skrg tinggal di saitama. Urusan boshitecho dll sudah diurus suami, termasuk sudah deposit ke RS.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Urusan reimburse uang melahirkan, kapan mulai diurus?
2. Yang namanya birthing gown itu kaya apa sih?
Tengkyuuu..ditunggu loh.

ipietbaru said...

eh mbak maap kok jadi dua kali sih...error :(

-tanya- said...

Mbak Ipiet,
Tunggu-tunggu-tunggu... saya punya temen yg lagi hakase katei di Saitama, dan kalo ga salah istrinya namanya Ipiet. Tapi gak tau orangnya sama apa enggak ya... :)

Kita dulu ngurus reimburse setelah dapet surat keterangan lahir dari dokter/rumah sakit. Pokoknya kalo berkas2 dari rumah sakit udah selesai semua, udah bisa langsung diurus ke shiyakusho.

Kalo birthing gown, itu baju panjang terusan (mirip daster/baju tidur) yang kancing depan. Dulu saya waktu melahirkan pake punya rumah sakit. Kalo mau beli sendiri, ada di depato bagian maternity. Saran saya sih kalo beli nanti2 aja menjelang lahiran, biar sesuwey sama musim. (Maksudnya kalo ternyata lahirnya pas musim dingin jadi bisa siap2 baju yg bahan melahirkan yg bahannya tebel gitu.. )

Slamet ya mbak Ipiet atas kehamilannya. Insya Allah sehat2 ya..

ipietbaru said...

wah tyt saya terkenal hehehe.
kayanya sih bener soalnya...kata suami saya ini blog temennya yang dulu ngelahirin di jepang...:D
makasih ya mbak...

yuliana said...

Halo Mbak, salam kenal
Saya Yuli tinggal di osaka
Saya nikah sama org jepang dan skrg lg hamil 8 minggu. Nanti status anak saya gimana ya? Jepang or indonesia? Sy blm pny teman nih di osaka so kurang tau informasi.
Mohon bantuannya ya thanks banget

ingafety said...

mbak, saya numpang mengkopi :)